Hadiah untuk Sahabat
Nadya, Sesa, Mela, Andi, dan Rio adalah bersahabat sejak SD. Mereka , selalu bersama-sama dalam waktu susah maupun senang. Maredya Sasa Vanela adalah cewek cantik yang ada di kelompoknya, biasanya dia di panggil Nadya. Sesa panggilan nama dari Nasesa Oktavia dia lebih sering dikenal orang, karena apa, ya.. karena dia sering bergaul, walaupun dia engga secantik Nadya. Amella Widyadiningrat Sangkerta Nagabata sering dipanggil Mela , walaupun namanya seperti rel kereta api, tapi dia masih keturunan kerajaan jogya lo.. orang yang paling lugu dan lucu dikelompoknya. Kalo yang satu ini Andi Malarangeng, hmm... pasti pada penasaran ya.. kenapa namanya seperti badan olahraga yang terkenal itu tu.. ceritanya gini, waktu ibunya hamil si Andi ibunya ngefans banget sama Andi Malarangeng, ia juga pengen banget ketemu. Tapi keinginan sang ibu tidak kesampaian. Maka dari itu sang anak dinamakan Andi Malarangeng. Kalo yang satu ini namanya sangat simpel cukup dengan Mario, dia juga dipanggil Rio. Tetapi dia juga ganteng lo.. banyak yang ngefans sama dia.
17 Agustus 2009, adalah hari dimana INDONESIA MERDEKA dimana juga, hari terbaik untuk Andi karena dihari itu ia berulang tahun. Nadya, Sesa, Mela, Rio sudah mempunyai rencana kejutan untuk si andi, merekapun berkumpul di kelas Mela waktu jam istirahat.
“temen-temen gimana kalo kita kerjain si Andi itu” kata Sesa.
“okey , tapi kerjain gimana?”
“tak usah kuatir, ada rio disini..!!”
“ah,, lu ma kebanyakan gaya yo”
“emang, setuju ak nad” kata mela (sambil makan snack)
“sante bro.. ak emang ditakdirin ganteng. So, kalo gue gaya ya engga apa-apa dunk..!” ujar rio (sambil gaya di depan teman-temannya)
“enggak ada selesainya kalo kita ngladenin si rio, iya kan nad?”
“iyah.. udah-udah kita jangan berantem. Ndak baik tauk..!! yaudah, trus rencanamu apa yo?”
“mel, bagi dunk jajanan lu, laper nih..” ujar nadya (sambil ngambil makanan si mela)
“gini si andi kan takut banget sama pocong. Kita pura-pura jadi pocong aja”
“jangan pocong dunk..!! nyeremin..”
“kan gue belum selesai ngomong, maen serobot aje lu”
“haha, ya maaf.. yaudah lanjut..”
“gini, nanti siang waktu pulang sekolah, aku, nadya, mela kerumah gue nyiapin kejutan untuk si andi. Dan lu sesa, kamu beli kado yah untuk andi. Suruh nganter pak.supir lu, atau siapa gitu. Gimana semua pada setuju kan..?”
“okey..” ujar serentak (sambil menepuk pundak rio)
“aauuu.. sakit tauk..! pelan-pelan dunk”
“hehehe..” semua pada tertawa.
“teeettt...teeettt” bel masuk pun berbunyi. Nadya, Sesa, Mela, Andi, dan Rio pun masuk kelas masing-masing.
--------------pulang sekolah------------
Nadya, Sesa, Mela, Rio pun berkumpul di gerbang sekolah tanpa pengetahuan Andi.
“ayo, kita laksanakan tugas kita, sebelum andi melihat kita.”
“okey.”
mereka pun pergi dari gerbang sekolah, dan melaksanakan tugasnya. Sementara itu andi mencari-cari Nadya, Sesa, Mela, dan Rio.
“kemana ya,, mereka. Kok aku di tinggal begitu saja. Apa mereka engga inget hari ultahku ini.” Ujar andi yg kebingungan mencari-cari temannya.
“lama banget si mereka, udah gue tunggu 15 menit mereka belum nongol juga di gerbang. Sampai-sampai gerbangnya sudah mau ditutup. Kalo begitu, gue aja mereka.” Unjar andi lagi sambil meninggalkan gerbang.
waktu andi meninggalkan gerbang, tiba-tiba hpnya berdering. Tanda pesan masuk.
dari : Nadya
andi, maaf ya. Kami tidak menungguimu waktu pulang sekolah.
kami ingin kamu datang ke rumah andi.
kami berharap kamu datang.
--------------di rumah andi------------
akhirnya semua sudah beres tinggal menggunting kartu ucapan. Tiba-tiba gunting itu terjatuh.
“brruuukk” suara gunting jatuh
lalu nadya dan rio pun mengampilnya. Tanpa mereka sadari tangannya bersamaan mengambil gunting itu.
“eheemm... ehemm” kata mela yang habis dari toilet.
“teeeetttttt...teeeettt” bel berbunyi dari lantai bawah. Rio pun langsung ke lantai bawah, untuk membukakan pintu.
“hay..” kata Sese yang habis membeli kado untuk andi.
“oh, kamu yah. Ak kira si andi.”
“hehehe.”
“ayo, cepat ke atas” kata Rio (sambil menutup pintu)
semua yang dipersiapkan sudah beres. Kado untuk andi juga sudah ada. kejutan untuk andi juga sudah siap. Pocong yang di buat kejutan itu ternyata hanya dari boneka.
“teeettt...teeettt” bel berbunyi di lantai bawah
“pasti itu andi” kata sesa dengan penuh keyakinan.
“iyah, cepat sana yo. Buka pintunya” kata nadya dengan penuh berdebaran.
“iya, sayang..” ucap rio untuk nadya
“cielah.. si rio” kata mela dan sesa serentak
“udah deh, jangan bercanda..” kata nadya yang malu-malu
“hehehe. Oke bos..” ucap rio lagi sambil meninggalkan kamarnya.
Nadya, Sesa, Mela mematikan lampu kamarnya Rio. Sedangkan itu Rio membuka pintu. Ternyata apa yang mereka tebak benar. Orang yang memencet bel adalah andi.
“hay, andi.” Kata rio sambil tersenyum.
“hay juga.” Kata andi membalas seyum rio.
“aku akan memberimu kejutan, tapi tutup dulu matamu dengan kain ini (sambil mengulurkan kainnya)”
akhirnya andi bersedia menutupi matanya dengan kain yang di beri rio.
sesampai di kamar rio.
“buka matamu.” Kata rio yang di samping andi.
“wwooowww” ucap exspresi andi yang melihat pocong itu sampai-sampai terjatuh.
Nadya, Sesa, Mela, Rio menyanyikan selamat ulang tahun, dan menghidupkan lampunya. Lalu mereka pun memberi kado untuk Andi.
“Andi, ini kado untuk kamu. Walaupun kadonya tidak sebagus yang kamu inginkan. Dan kami meninggalkanmu waktu pulang sekolah itu rencana kami. Kami meminta maaf ya.” Ucap serentak
“iyah. Ak bangga dan senang sekali punya sahabat seperti kalian. Terima kasih ya.” ucap andi dengan penuh kesenangan dan keharuan. Lalu mereka berpelukan.
“okey , tapi kerjain gimana?”
“tak usah kuatir, ada rio disini..!!”
“ah,, lu ma kebanyakan gaya yo”
“emang, setuju ak nad” kata mela (sambil makan snack)
“sante bro.. ak emang ditakdirin ganteng. So, kalo gue gaya ya engga apa-apa dunk..!” ujar rio (sambil gaya di depan teman-temannya)
“enggak ada selesainya kalo kita ngladenin si rio, iya kan nad?”
“iyah.. udah-udah kita jangan berantem. Ndak baik tauk..!! yaudah, trus rencanamu apa yo?”
“mel, bagi dunk jajanan lu, laper nih..” ujar nadya (sambil ngambil makanan si mela)
“gini si andi kan takut banget sama pocong. Kita pura-pura jadi pocong aja”
“jangan pocong dunk..!! nyeremin..”
“kan gue belum selesai ngomong, maen serobot aje lu”
“haha, ya maaf.. yaudah lanjut..”
“gini, nanti siang waktu pulang sekolah, aku, nadya, mela kerumah gue nyiapin kejutan untuk si andi. Dan lu sesa, kamu beli kado yah untuk andi. Suruh nganter pak.supir lu, atau siapa gitu. Gimana semua pada setuju kan..?”
“okey..” ujar serentak (sambil menepuk pundak rio)
“aauuu.. sakit tauk..! pelan-pelan dunk”
“hehehe..” semua pada tertawa.
“teeettt...teeettt” bel masuk pun berbunyi. Nadya, Sesa, Mela, Andi, dan Rio pun masuk kelas masing-masing.
--------------pulang sekolah------------
Nadya, Sesa, Mela, Rio pun berkumpul di gerbang sekolah tanpa pengetahuan Andi.
“ayo, kita laksanakan tugas kita, sebelum andi melihat kita.”
“okey.”
mereka pun pergi dari gerbang sekolah, dan melaksanakan tugasnya. Sementara itu andi mencari-cari Nadya, Sesa, Mela, dan Rio.
“kemana ya,, mereka. Kok aku di tinggal begitu saja. Apa mereka engga inget hari ultahku ini.” Ujar andi yg kebingungan mencari-cari temannya.
“lama banget si mereka, udah gue tunggu 15 menit mereka belum nongol juga di gerbang. Sampai-sampai gerbangnya sudah mau ditutup. Kalo begitu, gue aja mereka.” Unjar andi lagi sambil meninggalkan gerbang.
waktu andi meninggalkan gerbang, tiba-tiba hpnya berdering. Tanda pesan masuk.
dari : Nadya
andi, maaf ya. Kami tidak menungguimu waktu pulang sekolah.
kami ingin kamu datang ke rumah andi.
kami berharap kamu datang.
--------------di rumah andi------------
akhirnya semua sudah beres tinggal menggunting kartu ucapan. Tiba-tiba gunting itu terjatuh.
“brruuukk” suara gunting jatuh
lalu nadya dan rio pun mengampilnya. Tanpa mereka sadari tangannya bersamaan mengambil gunting itu.
“eheemm... ehemm” kata mela yang habis dari toilet.
“teeeetttttt...teeeettt” bel berbunyi dari lantai bawah. Rio pun langsung ke lantai bawah, untuk membukakan pintu.
“hay..” kata Sese yang habis membeli kado untuk andi.
“oh, kamu yah. Ak kira si andi.”
“hehehe.”
“ayo, cepat ke atas” kata Rio (sambil menutup pintu)
semua yang dipersiapkan sudah beres. Kado untuk andi juga sudah ada. kejutan untuk andi juga sudah siap. Pocong yang di buat kejutan itu ternyata hanya dari boneka.
“teeettt...teeettt” bel berbunyi di lantai bawah
“pasti itu andi” kata sesa dengan penuh keyakinan.
“iyah, cepat sana yo. Buka pintunya” kata nadya dengan penuh berdebaran.
“iya, sayang..” ucap rio untuk nadya
“cielah.. si rio” kata mela dan sesa serentak
“udah deh, jangan bercanda..” kata nadya yang malu-malu
“hehehe. Oke bos..” ucap rio lagi sambil meninggalkan kamarnya.
Nadya, Sesa, Mela mematikan lampu kamarnya Rio. Sedangkan itu Rio membuka pintu. Ternyata apa yang mereka tebak benar. Orang yang memencet bel adalah andi.
“hay, andi.” Kata rio sambil tersenyum.
“hay juga.” Kata andi membalas seyum rio.
“aku akan memberimu kejutan, tapi tutup dulu matamu dengan kain ini (sambil mengulurkan kainnya)”
akhirnya andi bersedia menutupi matanya dengan kain yang di beri rio.
sesampai di kamar rio.
“buka matamu.” Kata rio yang di samping andi.
“wwooowww” ucap exspresi andi yang melihat pocong itu sampai-sampai terjatuh.
Nadya, Sesa, Mela, Rio menyanyikan selamat ulang tahun, dan menghidupkan lampunya. Lalu mereka pun memberi kado untuk Andi.
“Andi, ini kado untuk kamu. Walaupun kadonya tidak sebagus yang kamu inginkan. Dan kami meninggalkanmu waktu pulang sekolah itu rencana kami. Kami meminta maaf ya.” Ucap serentak
“iyah. Ak bangga dan senang sekali punya sahabat seperti kalian. Terima kasih ya.” ucap andi dengan penuh kesenangan dan keharuan. Lalu mereka berpelukan.
Komentar
Posting Komentar