MASKER GEL PEEL-OFF DARI LENDIR BEKICOT (Achatina Fulica) DIGUNAKAN SEBAGAI PELEMBAB KULIT WAJAH
1Mila
Santi,2Rusdiana Kartika Sari, 3Denox Asih Pratiwi, 4Rona
Belisa Oktavany, 5Nilam Permatasari, 6Devi Setiawati
1,2,3,4,5,6Prodi Farmasi, Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam, UNISI, Jl. Kaliurang KM 14,5 Sleman, Yogyakarta
e-mail: milasanti14@gmail.com,
rusdiana.kartika@gmail.com,
15613110@students.uii.ac.id,
15613111@students.uii.ac.id,
15613112@students.uii.ac.id,
devisetiawati1990@gmail.com
ABSTRACT
Kulit merupakan
lapisan yang menutupi tubuh dan sebagai pelindung tubuh dari berbagai macam
bahaya yang datang dari luar. Bagi kaum hawa, kulit merupakan bagian yang perlu
mendapatkan perhatian khusus dalam hal kecantikan. Penelitian ini bertujuan
untuk membuat formulasi sediaan masker gel peel-off yang mengandung zat aktif
lendir bekicot (Achatina fulica) serta
penambahan carbo aktiv sebagai zat penunjang yang berkhasiat sebagai pelembab
kulit, mencerahkan kulit, dan mengetahui uji viskositas, organoleptis,
kekeringan, pH pada sediaan masker gel.
Pada
formulasi masker gel peel-off mengandung
PVA yang berfungsi sebagai peel-off pada
masker karena memiliki sifat adhesive sehingga
membentuk lapisan film yang mudah dikelupas pada kulit. Prosedur pembuatan
dikembangkan PVA dalam aquadest hingga mengembang sempurna, kemudian
dihomogenkan dengan homogenizer sampai partikel halus (tidak terlihat).
Dikembangkan pula HPMC dalam aquadest dingin hingga mengembang sempurna dan
dihomogenkan dengan homogenizer. Kemudian panaskan aquadest pada hotplate lalu
masukkan Amylum manihot, diaduk
hingga mengental dan bening. Dimasukkan PVA, HPMC, secara berurutan dan diaduk
hingga homogen. Dilakukan homogenizer pada sediaan tersebut, kemudian
dimasukkan gliserin, DMDM Hydantoin, lendir bekicot, Carbo Activ secara
berurutan dan diaduk hingga homogen. Setelah itu diberikan sedikit demi sedikit
pewangi.
Kata kunci :
Pelembab, Pencerah, Achatina fulica,
Masker Gel Peel-Off
PENDAHULUAN
Segala aktivitas dalam kehidupan
sehari hari dapat menimbulkan resiko timbulnya flek hitam pada wajah, kulit
wajah menjadi kering dan masalah-masalah lain yang berhubungan dengan kesehatan
kulit kering (Yudhika Adhnia, 2015). Kulit merupakan lapisan yang menutupi
tubuh dan sebagai pelindung tubuh dari berbagai macam bahaya yang datang dari
luar. Bagi kaum hawa, kulit merupakan bagian yang perlu mendapatkan perhatian
khusus dalam hal kecantikan. Kulit sangat mendukung penampilan seseorang untuk
itu perlu dirawat, dipelihara, dan dijaga kesehatannya. Merawat dan memelihara
kulit, penampilan akan terlihat lebih sehat, terawat, dan senantiasa
memancarkan kesegaran (Reni Widayati Murti ).
Salah satu bentuk kosmetik yang
digunakan untuk memelihara kesehatan kulit adalah masker gel peel-off. Masker gel peel-off memiliki beberapa manfaat
diantaranya mampu merilekskan otot wajah, membersihkan, menyegarkan,
melembabkan, dan melembutkan kulit wajah. Keseragaman hewani maupun hayati di
Indonesia memiliki banyak khasiat yang secara tradisional turun menurun dapat
digunakan untuk kesehatan kulit, salah satunya penggunaan lendir bekicot.
Lendir bekicot (Achatina Fulica) yang
berwarna bening keruh mengandung beberapa senyawa antaranya adalah Allantoin
yang berfungsi sebagai pelembab. Selain itu, terdapat pula senyawa
glicosaminoglycan (GAG) yang merupakan komponen penyusun hyalorunat sejenis
karbohidrat yang memegang peran penting dalam menjaga jaringan penghubung antara
sel sehingga kulit selalu tampak lebih kencang.
Penelitian
ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan masker gel peel-off yang
mengandung zat aktif lendir bekicot serta penambahan carbo aktiv sebagai zat
penunjang yang berkhasiat sebagai pelembab kulit, mencerahkan kulit, dan
mengetahui uji viskositas, organoleptis, kekeringan, pH pada sediaan masker gel.
BAHAN DAN METODE
Bahan
Bahan yang digunakan untuk peneltian
ini adalah Lendir bekicot (Achatina
Fulica) diperoleh dari bekicot. Amylum
manihot, aquadest, Carbo active (arang), DMDM hydantoin, garam dapur,
gliserin, HPMC (Methocel K15), lendir bekicot, PVA (Polyvinyl Alkohol), parfum
esprit, parfum lemon, TEA (Trietilamin).
Alat
Alat-alat yang digunakan pada
pembuatan sediaan ini adalah cawan porselin, corong, gelas beker, gelas ukur,
homogenizer, hot plate, kain kassa, kertas perkamen, pengaduk kaca, pengukur
pH, pipet tetes, sendok penyu, timbangan gram digital, viskometer.
Pengambil lendir bekicot
Pengambilan
lendir bekicot dilakukan dengan mencuci bekicot dan dibersihkan dari pengotor
yang melekat pada tubuhnya. Lendir bekicot diambil dengan cara penggaraman pada
daging bekicot. Disaring lendir bekicot menggunakan kain kassa.
Pembuatan Formula Masker Gel
Prosedur
pembuatan dikembangkan PVA dalam aquadest hingga mengembang sempurna, kemudian
dihomogenkan dengan homogenizer sampai partikel halus (tidak terlihat).
Dikembangkan pula HPMC dalam aquadest dingin hingga mengembang sempurna dan
dihomogenkan dengan homogenizer. Kemudian panaskan aquadest pada hotplate lalu
masukkan Amylum manihot, diaduk
hingga mengental dan bening. Dimasukkan PVA, HPMC, secara berurutan dan diaduk
hingga homogen. Dilakukan homogenizer pada sediaan tersebut, kemudian
dimasukkan gliserin, DMDM Hydantoin, lendir bekicot, Carbo Activ secara
berurutan dan diaduk hingga homogen. Setelah itu diberikan sedikit demi sedikit
pewangi.
Uji Organoleptis
Pengamatan organoleptis dilakukan
dengan mengamati perubahan-perubahan bentuk, warna, dan bau dari sediaan masker
gel.
Uji Kekeringan
Pengujian
waktu kering dilakukan dengan cara mengoleskan masker gel dengan berbagai
formula ke punggung tangan dan diamati waktu yang diperlukan sediaan untuk mengering, yaitu waktu dari saat mulai
dioleskannya masker gel hingga benar-benar terbentuk lapisan yang kering. Kemudian waktu tersebut dibandingkan dengan
waktu kering masker produk inovator yang beredar di pasaran yaitu sekitar 20 –
30 menit. Pengujian dilakukan secara triplo dan dilakukan selama waktu
penyimpanan.
Uji pH
Dilakukan dengan cara mencelupkan
elektroda pH meter ke dalam setiap sediaan masker gel yang sebelumnya telah
dilarutkan dengan aquadestilata. Setelah elektroda tercelup, nyalakan pH meter
kemudian didiamkan hingga layar pada pH meter menunjukkan angka yang
stabil.
Uji Viskositas
Dimasukkan
sebanyak ±100 g sediaan masker gel ditempatkan pada gelas beaker yang diujikan
menggunakan Viskotester Brookfield,
kemudian diatur spindle dan kecepatan yang akan digunakan, pengujian
dilakukan serta dibaca Cp dan % torque
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada
sediaan formulasi masker gel dengan zat aktif lendir bekicot (Achatina Fulica) dan Arang (Carbo) dimana memilki khasiat untuk
melembabkan, mengencangkan, dan memutihkan kulit. Pada formulasi masker gel peel-off mengandung PVA yang berfungsi
sebagai peel-off pada masker karena
memiliki sifat adhesive sehingga
membentuk lapisan film yang mudah dikelupas pada kulit. HPMC berfungsi sebagai gelling agent, HPMC memiliki kelebihan
menghasilkan gel yang jernih dan bersifat netral, viskositas stabil, dan
resisten terhadap pertumbuhan mikroba (masker.pdft). Pati Singkong/Kanji (Amylum Manihot) berfungsi sebagai zat
tambahan dimana memiliki aktivitas untuk mempercepat pengeringan pada masker.
Arang (carbo) berkhasiat sebagai
........... Glycerin berfungsri untuk memberikan kelembaban pada kulit supaya
tidak sakit ketika masker dikelupas. DMDM Hydantoin berkhasiat sebagai
pengawet. TEA (Trietilamina) digunakan untuk mengatur pH pada sediaan masker
(1175.pdf)
|
Komposisi
Bahan
(%
b/v)
|
Formulasi
Bahan
|
||
|
|
F1
|
F2
|
F3
|
|
Lendir
Bekicot
|
27,75 %
|
25,75%
|
25,25 %
|
|
PVA
|
7 %
|
7 %
|
7 %
|
|
HPMC
(Methocel K15)
|
0,5 %
|
0,5 %
|
0,5 %
|
|
Amylum
Manihot
|
0,5 %
|
0,5 %
|
1 %
|
|
Dmdm
hydantoin
|
0,25 %
|
0,25 %
|
0,25 %
|
|
Glyserin
|
2 %
|
1 %
|
0,5 %
|
|
Karbo
Aktif
|
2 %
|
5 %
|
5 %
|
|
Lemon
sitrus
|
7 tetes
|
-
|
-
|
|
Parfum
esprit
|
-
|
7 tetes
|
7 tetes
|
|
TEA
|
-
|
-
|
0,5 %
|
|
Aquadest
|
60 %
|
60 %
|
60 %
|
Berdasarkan
ketiga formulasi diatas kita mendapatkan formulasi yang bagus adalah formulasi
kedua (F2) karena dengan penambahan arang dan pengurangan konsentrasi glycerin.
Pada pengujian pH kita mendapatkan hasil sebagai berikut dimana formulasi 1 pH
sebesar 7,56; formulasi 2 pH sebesar 7,47; formulasi 3 pH sebesar 8,06.
Uji
Kekeringan pada sediaan masker gel peel-off
pada formulasi 1 selama 30,02 menit; Formulasi 2 selama 29 menit; dan
Formulasi 3 selama 28,06 menit.
Uji
Organoleptis pada sediaan akhir masker gel peel-off
sebagai berikut bentuk yang didapat kasar karena pengaruh dari arang (carbo) dimana partikelnya masih terlalu
besar sehingga kasar, warna yang dihasilkan hitam keabu-abuan, bau dari masker
gel yang dihasilkan adalah bau lemon (citrus)
karena terlalu menyengat maka kita mengganti dengan parfume esprit yang dapat
digunakan sebagai aromaterapi karena baunya yang lembut.
Uji
Viskositas pada sediaan masker gel peel-off
adalah sebagai berikut dimana didapatkan hasil sebagai berikut :
|
FORMULASI
1
|
||
|
RPM
|
Cp
|
%TORQUE
|
|
20
|
557,9
|
9,3
|
|
551,9
|
9,2
|
|
|
545,9
|
9,1
|
|
|
551,9
|
9,2
|
|
|
539,9
|
9
|
|
|
Rata-rata
|
549,5
|
9,16
|
|
SD
|
6,841052551
|
0,11401754
|
|
CV
|
1,244959518
|
1,244733
|
|
FORMULASI 2
|
||
|
RPM
|
Cp
|
% TORQUE
|
|
5
|
10270
|
42,8
|
|
10270
|
42,8
|
|
|
11733
|
48,9
|
|
|
12069
|
50,3
|
|
|
Rata-rata
|
11085,5
|
46,2
|
|
SD
|
951,5967
|
3,967366885
|
|
CV
|
8,584157
|
8,58737421
|
|
FORMULASI
3
|
||
|
RPM
|
Cp
|
% TORQUE
|
|
20
|
929,8
|
15,5
|
|
959,8
|
16
|
|
|
989,8
|
16,5
|
|
|
1002
|
16,7
|
|
|
1008
|
16,8
|
|
|
Rata-rata
|
977,88
|
16,3
|
|
SD
|
32,67127
|
0,543139025
|
|
CV
|
3,341031
|
3,332141255
|
Berdasarkan
hasil uji viskositas yang didapatkan bahwa CV yang baik adalah < 2%, SD yang
baik mendekati 0.
Formulasi
2
KESIMPULAN
Sediaan
masker gel peel-off yang baik dapat
dilihat dari hasil evaluasi atau pengujian yang telah dilakukan yakni kadar pH,
viskositas, waktu kering, dan tampilan sediaan masker peel-off.
Dari
tiga formula yang dibuat didapatkan hasil maksimal pada formulasi kedua dengan
menurunkan kadar glycerin dan menaikan jumlah carbo activ, menghasilkan gel peel-off dengan karakterikstik,
kelengketan, dan kerapuhan sesuai dengan yang diinginkan. Aktivitas melembabkan
dilihat setelah gel masker digunakan pada kulit, kulit terasa lembab dan
lembut.
UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis
mengucapkan terima kasih kepara prodi Farmasi Universitas Islm Indonesia,
khususnya Laboratorium Tekhnologi Farmasi yang telah menyediakan bahan dan alat
pada penelitian ini.
DAFTAR PUSTAKA
Aghinia Yuthika, Gadri Amila, et al. 2015. Formulasi Masker Gel Peel-Off (Achatina Fulica) dengan Variasi
Konsentrasi Bahan Pembentuk Gel. Bandung, Universitas Islam Bandung,
Halaman
Septiani Shanti, Wathoni Nusrul, et al. Formulasi Sediaan Masker Gel Antioksidan
Dari Ekstrak Etanol Biji Melinjo (Gnetun
gnemon Linn.). Bandung, Universitas Islam Indonesia, Halaman
Widaya
Murti, Reni. Wijayanti, Rina. Et al. Aktivitas Antioksidan Dan Uji Iritasi Sediaan Masker Gell Peel-Off Ekstrak Metanol Kulit Buah Rambutan (Nephelium
Lappaceum L.). Semarang, Universitas Islam Sultan Agung, Halaman
Mardiana Zakiah, Hilma. Gadri,
Amalia. Mulqie,Lanny, et al. 2015. Formulasi Gel yang Mengandung Lendir Bekicot (Achatina Fulica) serta
Uji Aktivitas Antibakteri terhadap Propionibacterium
Acne. Bandung,
Universitas Islam Bandung. Halaman
Astri Sulastri,Astri. Yohana
Chaerunisaa,Anis. Formulasi Masker Gel
Peel Off Untuk Perawatan Kulit Wajah Formulation Of Gel Peel Off Mask As Face Treatmen. Bandung, Universitas Padjadjaran.
Halaman
Putra Mandala, Adhi. Efektifitas Pemberian Lendir Bekicot 100%(Achatina Fulica) dan Sediaan Krim 5%
Terhadap Lama Penyembuhan Luka Bakar Derajat II (A) Secara In-Vivo. Surakarta,
STIKes Kusuma Husada.
Komentar
Posting Komentar